Aku gak tau ini puisi atau bukan.
Hanya dia dan aku yang bisa mencernanya.
Bulan ditemani Bintang
Menerangi malam kala itu
Mahluk hidup bersenang riang
Tanpa menyadari apa yang akan terjadi nanti
Malam terang
Bulan tersenyum bahagia
Bintang pun demikian
Mereka bersatu selama malam itu berada
Malam berganti siang
Matahari muncul menerangi siang
Dengan udara hangat
Dengan senyuman matahari yang hangat
Siang berganti malam
Bulan muncul memberikan cahaya
Bumi yang hanya diterangi satu cahaya
Bulan menunggu kedatangan bintang
Hanya bintang lain menemani
Bulan bertanya "Wahai Bintang, kemana Bintangku pergi?"
Bintang menjawab "Sungguh aku lah penggantinya"
Bulan hanya bisa berpikir
Bulan hanya bisa membenci
Bintang pergi tanpa seizinnya
Bulan hanya bisa berharap
Agar Bintang baru bisa menemaninya
Ditempat yang lain
Bulan yang selalu menemani Rembulan nan indah
Telah jatuh dan mati
Sungguh dalam masanya
BINTANG HANYA BISA BERHARAP DAN BERDOA KEPADA SANG PENCIPTA. AGAR BULAN DAPAT DITEMANI DENGAN BINTANG YANG LEBIH BAIK DARINYA. DAN MENERANGI BUMI DENGAN CAHAYA YANG LEBIH TERANG DAN AGAR BULAN DAPAT BAHAGIA DENGANNYA, MELUPAKAN BINTANG. DAN BINTANG HANYA BISA TERSENYUM DALAM KESEDIHAN HATINYA. ( TERSENYUM, AGAR BULAN TERSEBUT TAHU BAHWA BINTANG SENANG DENGAN KEHIDUPAN BULAN SEKARANG. SEDIH KARENA BULAN HIDUP BAHAGIA, TIDAK DENGANNYA. PERGI LAH BULAN, SEMOGA ENGKAU SENANG DAN BAHAGIA DENGAN BINTANG LAIN )
1 komentar:
Hi how are you?
Nice to meet you!
Posting Komentar